Powered By Blogger

forum lsd

selamat datang di blog kami,enjoy
selamat bergabung dengan kami di info pertanian dan pendidikan

Kamis, 24 Maret 2011

DEMO SUPIR ANGKUTAN UMUM DI PASAR CEPOGO

demo angkutan
demo angkutan
Puncak keruwetan pasar Cepogo, Boyolali, akhirnya terjadi dengan ditandai aksi para sopir dan kru bus yang menghentikan kendaraan mereka di sepanjang jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) atau depan pasar Cepogo tempat mangkal para pedagang sayur.
Akibat kejadian itu, aktivitas pasar menjadi terhenti. Para pedagang tidak dapat melakukan transaksi. Para kru bus juga meninggalkan kendaraannya begitu saja. Mereka berbondong bondong mendatangi  kantor kecamatan Cepogo menuntut pemulihan jam kerja.
Salah satu sopir bus, Prawoko (30), mengatakan seringkali arus lalu lintas macet hingga setengah jam untuk menempuh jarak 300 meter di depan pasar. Hal ini karena pedagang sayur maupun kendaraan parkir menumpuk menjadi satu. Akibatnya calon penumpang bus pun juga sulit untuk naik atau turun .
Menurut dia, sebelum Merapi meletus lalu, aktivitas Pasar Sayur ramai pada malam hari sehingga saat siang tidak mengganggu lalu lintas. “Setelah Merapi meletus, jamnya berubah menjadi siang, kami minta kebijakannya agar bisa kembali seperti dulu,” kata dia.
Sementara paguyuban pedagang toko kelontong depan pasar juga mengeluhkan hal yang sama. Padatnya parkiran dan aktivitas pasar membuat calon konsumen mereka batal datang karena tidak bisa masuk. kedatangan para awak bus, dan pedagang diterima diterima oleh jajaran Muspika setempat serta Bidang Perhubungan DPUPPK, Bidang Perekonomian Setda, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar), maupun Satlantas Polres Boyolali.
Menurut Kepala UPT Pasar Sayur Cepogo, Sumarmo, mengatakan sejak Senin kemarin, aktivitas jam pasar juga sudah dialihkan malam hari. Namunketentuan itu belum berlaku secara penuh, sehingga masih banyak pedagang yang berjualan siang hari.
Kabib Perhubungan DPUPPK Supama Harja mengatakan semestinya infrastruktur jalan, pasar, maupun terminal digunakan sesuai dengan fungsinya. Namun mengingat kondisi di lapangan, maka perlu pengaturan yang fleksibel. “Optimalkan area disekitar pasar, sehingga jalan tidak macet. Jalur SSB harus lancar,” katanya. Menurut Camat Cepogo Siti Askariyah, salahsatu kesepakatan pertemuan itu, aktivitas pasar akan dikembalikan pada malam hari.  “Hasil kesepakatan akan diterapkan, dan setelah 3 hari diterapkan sanksi bagi pedagang sayur yang melanggar jam kerja,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar